Nyeri lutut sering menjadi alasan tersembunyi mengapa latihan berakhir lebih cepat. Ia memendekkan kedalaman squat, mengurangi volume lari, bahkan membuat naik‑turun tangga terasa seperti negosiasi. Sekarang sebuah uji coba acak menunjukkan bahwa bubuk murah dari akar chicory dapat mengurangi rasa sakit.
Selama enam minggu, 20 g per hari inulin menurunkan nyeri lutut sebesar 1,11 poin pada skala 0‑10 dibandingkan plasebo. Selain itu, kekuatan genggaman juga meningkat, dan peneliti menduga peran usus dalam perbaikan tersebut.
Sebelum Anda menumpuk suplemen di rak, bacalah catatan penting berikut. Ini bukan uji coba pada atlet muda, dan hasilnya bukan keajaiban.
Apa yang Dilakukan Penelitian
Uji coba yang diprakarsai oleh program INSPIRE, Universitas Nottingham, dipublikasikan oleh Kouraki A, Franks S, Vijay A, Kurien T, Taylor MA, Smith SL, Smith B, Kelly A, dan Valdes AM dalam Nutrients (2026; 18(5):714). Ini merupakan uji coba terkontrol acak faktorial 2 × 2 pada 117 orang dewasa dengan osteoartritis (OA) lutut.
Peserta dibagi menjadi empat grup selama enam minggu:
- 20 g per hari inulin (serat prebiotik)
- Latihan fisik berbasis fisioterapi digital (PSE) melalui aplikasi Joint Academy
- Inulin + PSE
- Plasebo: 10 g per hari maltodekstrin
Outcome utama adalah nyeri pada Numerical Rating Scale. Outcome sekunder meliputi tes duduk‑bangun 30 detik, Timed Up‑and‑Go (TUG), kekuatan genggaman, dan pengujian sensori kuantitatif. Peneliti juga mengukur kadar asam lemak rantai pendek (SCFA) dalam darah serta hormon usus GLP‑1.
Hasil: Angka‑angka yang Penting
Dibandingkan plasebo, inulin mengurangi nyeri sebesar 1,11 poin (95 % CI -2,18 hingga -0,04, p = 0,045). Nilai ini melewati ambang 1 poin yang biasanya dijadikan patokan perubahan klinis bermakna. Namun interval kepercayaannya hampir menyentuh nol, sehingga temuan ini lebih merupakan sinyal menjanjikan daripada bukti mutlak.
Temuan lain:
- Kekuatan genggaman meningkat pada kelompok inulin dibandingkan plasebo (p = 0,002).
- Sensitivitas nyeri membaik: ambang nyeri tekan (p = 0,009) dan temporal summation (p = 0,025) bergerak ke arah yang diharapkan. Temporal summation mencerminkan seberapa cepat sistem saraf memperkuat sinyal nyeri berulang.
- Butirat, salah satu SCFA, hanya naik pada kelompok inulin (p = 0,0248), begitu pula GLP‑1 (p = 0,0109).
- Tingkat dropout hanya 3,6 % pada inulin versus 21 % pada fisioterapi digital (p < 0,01).
Gabungan inulin + PSE menunjukkan penurunan nyeri sebesar 1,67 poin, namun tidak ada interaksi sinergis yang terdeteksi karena ukuran sampel tidak cukup untuk menilai interaksi tersebut.
Mengapa Serat Bisa Membantu Sendi?
Hipotesisnya adalah adanya sumbu usus‑sendi‑otot. Inulin difermentasi oleh bakteri usus menghasilkan SCFA seperti butirat. Peneliti mengutip bukti awal yang mengaitkan mikrobioma usus dengan modulasi nyeri kronis.
Peningkatan kekuatan genggaman sekaligus kenaikan GLP‑1 menambah dugaan adanya hubungan usus‑otot. Namun ini masih bersifat asosiasi, bukan bukti mekanisme sebab‑akibat. Uji coba hanya menunjukkan bahwa inulin meningkatkan butirat dan GLP‑1 serta memperbaiki nyeri dan kekuatan genggaman, tanpa membuktikan hormon‑hormon tersebut menjadi penyebab perbaikan.
Keterbatasan yang Jujur
Inilah saat judul click‑bait berakhir.
- Bukan atlet. Rata‑rata usia peserta 67,5 ± 9,4 tahun, BMI 29,5 kg/m², dengan OA lutut. Nyeri dasar rata‑rata 3,96/10. Respons pada orang lebih muda dengan nyeri lutut akibat overuse belum diketahui.
- Fisioterapi memberikan manfaat lebih pada nyeri. Latihan berbasis fisioterapi mengurangi nyeri sebesar 1,55 poin (p = 0,002), lebih besar daripada inulin. Ia juga memperbaiki TUG (p = 0,02) dan tes duduk‑bangun 30 detik (p = 0,0004), yang tidak terjadi pada inulin.
- Durasi hanya enam minggu. Efek jangka panjang atau ketahanan manfaat belum diketahui.
- Ukuran sampel kecil, signifikansi borderline. Nilai p pada nyeri inulin adalah 0,045.
- Tidak ada sinergi yang terbukti. Studi tidak dirancang untuk menguji interaksi, sehingga klaim "gabungkan untuk manfaat ekstra" belum terbukti.
- Potensi konflik kepentingan. Dua penulis merupakan anggota dewan penasihat ilmiah perusahaan nutrisi dan minuman, meskipun mereka menyatakan tidak terlibat dalam pelaksanaan studi.
Catatan penting: retensi pada kelompok fisioterapi digital rendah (21 % dropout) dibandingkan grup inulin (3,6 %). Efek samping gastrointestinal ringan dilaporkan, tanpa ada yang mengundurkan diri karena itu.
Kesimpulan Praktis
Dosis yang dipakai dalam uji coba: 20 g per hari inulin, serat prebiotik tipe akar chicory, dicampur dalam minuman atau makanan, selama enam minggu.
Cara memulai: Mulailah dengan dosis lebih rendah (misalnya 5‑10 g per hari) dan tingkatkan secara bertahap hingga mencapai 20 g untuk meminimalkan gas dan kembung. Tidak ada bukti tentang waktu terbaik konsumsi.
Siapa yang mungkin cocok:
- Orang dewasa yang lebih tua atau berlebih berat badan dengan OA lutut dan mencari alternatif biaya‑efektif
- Mereka yang kesulitan konsisten melakukan program latihan terstruktur
- Siapa pun yang mendapat persetujuan dokter untuk menambah asupan serat
Siapa yang harus menghindari atau berkonsultasi dulu:
- Individu yang sensitif terhadap makanan tinggi serat atau memiliki gangguan usus
- Pasien dengan nyeri lutut yang belum terdiagnosis – perlu evaluasi medis terlebih dahulu
- Siapa pun yang berharap inulin dapat menggantikan rehabilitasi; pada uji coba ini, fisioterapi memberikan penurunan nyeri yang lebih besar dan satu‑satunya yang meningkatkan fungsi fungsional.
Strategi cerdas: Lanjutkan latihan dan fisioterapi yang sudah ada. Inulin dapat menjadi tambahan yang bermanfaat, bukan pengganti. Semua kelompok aktif mengalami penurunan nyeri, namun hanya kelompok latihan yang menunjukkan perbaikan signifikan pada ukuran mobilitas.
Kesimpulan
Serat murah mengalahkan plasebo dalam mengurangi nyeri lutut, sedikit meningkatkan kekuatan genggaman, serta menaikkan butirat dan GLP‑1, semuanya dalam uji coba enam minggu pada orang dewasa yang lebih tua. Efek nyeri cukup nyata untuk menarik perhatian, namun masih relatif modest sehingga tetap harus dipandang dengan hati‑hati. Bagi pengangkat beban yang mengeluh lutut kaku, ini menjadi alasan untuk memantau perkembangan literatur dan mendiskusikannya dengan dokter. Namun, ini bukan alasan untuk menggantikan kerja rehabilitasi.
Sumber: Kouraki A, Franks S, Vijay A, et al. Effect of Prebiotic Supplementation With and Without Physiotherapy on Pain and Pain Sensitivity in People with Knee Osteoarthritis. Nutrients. 2026;18(5):714. doi:10.3390/nu18050714. PubMed record