Vegan Mengonsumsi Creatine Selama 4 Minggu: Lompat Meningkat, Sprint Tidak
Vegan hampir tidak mendapatkan kreatin dari makanan, jadi apakah suplemen memberi efek lebih besar? Sebuah uji coba acak tiga‑butir pada manusia memberi 20 vegan aktif 0,1 g/kg/hari kreatin monohidrat selama empat minggu. Performa lompat meningkat, begitu pula beberapa ukuran komposisi tubuh, namun hasil sprint, genggaman tangan, dan tarik paha tengah tidak berubah. Kandungan air tubuh naik 1,4 kg, dan studi ini tidak dapat membandingkan vegan dengan pemakan daging. Berikut angka‑angka yang muncul, apa yang tidak dapat disimpulkan, dan siapa yang mungkin ingin mencobanya.
Shilajit Diuji: Apakah 'Tar Gunung' Benar‑Benar Meningkatkan Testosteron?
Shilajit, “tar gunung” Himalaya yang dipasarkan sebagai penambah testosteron alami, telah diuji dalam sebuah uji klinis acak, double‑blind, dan terkontrol plasebo. Pada pria berusia 45‑55 tahun, 250 mg shilajit murni yang diminum dua kali sehari selama 90 hari secara signifikan meningkatkan total testosteron, testosteron bebas, dan DHEAS dibanding plasebo, sementara LH dan FSH tetap stabil. Hasilnya menjanjikan namun terbatas pada pria paruh baya dan hanya melaporkan kadar hormon, bukan performa di gym. Berikut apa yang ditunjukkan penelitian, apa yang tidak, serta mengapa kemurnian dan tes logam berat penting saat membeli.