Protein Nabati Baru Setara dengan Susu untuk Sintesis Otot
Protein nabati telah lama dianggap sebagai pilihan yang kurang optimal untuk membangun otot. Sebuah percobaan acak baru menunjukkan bahwa protein jagung mungkin menjadi pengecualian. Pada orang dewasa yang lebih tua, 20 g protein jagung merangsang sintesis protein otot (MPS) hampir setara dengan 20 g protein susu. Berikut rangkuman temuan studi, serta hal‑hal yang belum dapat disimpulkan.
Studi: Protein Jagung vs. Susu
Makalah yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition oleh Lim dan rekan (DOI: 10.1016/j.tjnut.2026.101895; PubMed 42933646) menguji pertanyaan yang belum pernah dibahas pada populasi usia lanjut. Protein nabati biasanya memiliki kandungan asam amino esensial, terutama leusin, yang lebih rendah, sehingga dianggap kurang anabolik dibandingkan protein hewani. Penulis menyebutkan bahwa protein jagung unik karena kadar leusinnya relatif tinggi. Orang dewasa yang lebih tua juga menunjukkan penurunan sensitivitas anabolik, menjadikannya kelompok uji yang menantang.
Peneliti melakukan percobaan double‑blind, placebo‑controlled, randomised parallel‑group dengan 48 peserta sehat (rata‑rata usia 68 ± 5 tahun; 24 pria dan 24 wanita). Partisipan menerima 20 g satu dari empat pilihan berikut:
- CORN: isolat protein jagung
- PEA+CORN: campuran protein kacang polong + jagung
- MILK: isolat protein susu
- PLA: placebo non‑protein, rendah energi
Semua peserta melakukan latihan ekstensi lutut satu sisi (3 set × 10 repetisi pada 75 % satu‑repetisi maksimum). MPS diukur dengan infus kontinu ter‑priming L‑[ring‑13C6] fenilalanin, serta pengambilan sampel darah dan otot secara berkelanjutan.
Angka Utama
Peningkatan MPS dibandingkan nilai basal:
| Kelompok | Peningkatan MPS vs. basal |
|---|---|
| Protein jagung | 216 ± 170 % (P < 0.001) |
| Campuran kacang‑polong + jagung | 217 ± 167 % (P = 0.001) |
| Protein susu | 138 ± 78 % (P = 0.033) |
| Placebo | 77 ± 46 % |
Ketiga kelompok protein mengungguli placebo, dan penulis melaporkan tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok protein. Rata‑rata peningkatan pada protein jagung dan campuran secara numerik lebih tinggi daripada susu, namun penyebarannya lebar (lihat deviasi standar yang besar). Oleh karena itu interpretasi yang wajar adalah "sebanding", bukan "lebih baik". Jangan membaca ini seolah‑olah jagung mengalahkan susu.
Olahraga Masih Penting
Latihan resistensi selanjutnya meningkatkan MPS dibandingkan hanya suplementasi pada setiap kelompok (semua P < 0.001). Protein membantu, tetapi angkat beban memperkuat respons terlepas dari sumber protein. Bagi pengangkat usia lanjut, makalah ini menekankan pentingnya mengombinasikan protein dengan latihan, bukan mengandalkan salah satunya saja.
Mengapa Leusin Jadi Sorotan
Leusin adalah asam amino yang paling terkait dengan aktivasi jalur pembentukan otot. Protein nabati sering kekurangan leusin, sehingga biasanya dianggap kurang efektif per gram. Penulis menyatakan bahwa kadar leusin yang relatif tinggi pada protein jagung menjadi alasan mengapa ia dapat menghasilkan respons yang serupa dengan susu. Sayangnya, abstrak tidak memberikan nilai kuantitatif leusin maupun menguji leusin secara langsung; maka penjelasan ini bersifat teoritis, bukan bukti mekanistik.
Takeaway Praktis
Dosis: Studi menggunakan 20 g protein per porsi. Itu satu‑satunya dosis yang diuji, sehingga menjadi angka berbasis bukti yang dapat diandalkan. Tidak ada perbandingan dosis lain.
Waktu Konsumsi: Abstrak menyebutkan partisipan mengonsumsi protein sekitar waktu latihan kaki. Tidak diuji jendela waktu lain, jadi belum dapat disimpulkan apakah konsumsi sebelum, selama, atau setelah latihan adalah yang paling optimal.
Siapa yang Mungkin Cocok:
- Pengangkat usia lanjut: Populasi yang dipelajari (orang dewasa sehat berusia ~68 tahun) menunjukkan respons tetap kuat meski sensitivitas anabolik menurun karena usia.
- Orang yang membatasi susu atau produk hewani: Protein jagung dan campuran kacang‑polong + jagung menghasilkan respons MPS serupa dengan protein susu. Peserta bukan vegan, sehingga hasil ini merupakan inferensi berdasarkan sumber protein, bukan bukti pada vegan.
- Siapa pun yang ingin mencampur protein nabati: Campuran kacang‑polong + jagung berperforma setara dengan jagung murni, yang menunjukkan pencampuran merupakan pilihan yang layak.
Siapa yang Harus Berhati‑hati atau Menghindari:
- Penderita alergi atau sensitivitas jagung: Studi tidak membahas hal ini, namun jelas menjadi pertimbangan praktis.
- Siapa pun yang mengharapkan peningkatan otot jangka panjang: Percobaan ini mengukur MPS, penanda mekanistik jangka pendek, bukan perubahan ukuran otot atau kekuatan selama minggu atau bulan.
- Orang dengan kondisi medis: Peserta adalah orang dewasa yang sehat. Temuan mungkin tidak berlaku untuk mereka dengan penyakit ginjal, frailty, atau kondisi lain; konsultasikan dengan tenaga medis terlebih dahulu.
Catatan Penting
Ada tiga hal yang perlu diingat. Pertama, 48 partisipan yang dibagi ke empat kelompok merupakan sampel kecil, dan variabilitas tinggi pada kelompok jagung menunjukkan respons individu sangat beragam. Kedua, MPS dalam jendela pengukuran singkat tidak sama dengan pertumbuhan otot dalam jangka panjang. Ketiga, kelompok placebo juga menunjukkan kenaikan MPS sebesar 77 % dari nilai dasar, mengingatkan bahwa faktor latihan dan konteks pengukuran memengaruhi angka‑angka ini; oleh karena itu persentase harus ditafsirkan dalam kerangka desain studi.
Kesimpulan
Kesimpulan makalah cukup sederhana: 20 g protein jagung, campuran kacang‑polong + jagung, atau protein susu meningkatkan MPS pada orang dewasa yang sehat dan lebih tua, dan latihan resistensi menambah respons lebih jauh. Bagi mereka yang menginginkan pilihan nabati tanpa mengorbankan respons anabolik, protein jagung kini menjadi kandidat kredibel. Percobaan jangka panjang dengan program latihan yang terstruktur diperlukan untuk menentukan apakah manfaat jangka pendek ini beralih menjadi peningkatan otot dan kekuatan yang nyata.
Source: Lim et al., The Journal of Nutrition. Trial registration NCT05917223. PubMed: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/42933646/